Profile

Kalau kau tanya orang Tharn Veil siapa yang paling gampang dikenali dari suara saja, pasti jawabannya sama: Jared Sage Nainggolan.

Lahir dan besar di Tharn Veil, tanggal 5 September 1995, Jared bukan orang baru — dia bagian dari desa seperti Haven Mercantile yang berdiri kokoh di tepi jalan utama, membelakangi hutan terlarang yang selalu diselimuti kabut.

Bapaknya, Ompung Nainggolan, dan ibunya, Boru Manurung, dulu bukan sekadar warga biasa di Tharn Veil. Mereka adalah penjaga lama Haven Mercantile, koperasi kecil yang jadi nadi hidup desa di masa-masa sulit. Setelah mereka berdua tiada, koperasi itu tidak pernah berpindah tangan. Jared, satu-satunya anak mereka, mengambil alih tanpa banyak bicara.

Sejak kecil, Jared dikenal punya suara yang keras. Bukan karena marah, bukan karena sengaja mau galak. Memang begitulah dia bicara. Kalau ada yang baru datang ke koperasi, pasti pertama kali kaget:

"HOI, MAU BELI APA KAU?"

Suara Jared menggema di dalam ruangan itu. Bocah-bocah yang baru pertama ke Haven Mercantile langsung ciut, saling dorong siapa yang harus jawab duluan.

Tapi orang-orang lama tahu, itu cuma caranya Jared menyapa. "Jangan kau takut, dek. Si Abang itu, suaranya aja keras, hatinya lembut,” kata Opung Marpaung sambil tertawa, ya... Dulu, saat beliau masih hidup.

Meski koperasi itu terlihat biasa, ada sudut-sudut yang jarang disentuh. Di pojok gelap, di antara rak-rak berdebu, bertumpuk kotak kayu tanpa nama. Orang-orang bilang, kadang Jared menjual barang yang bukan sekadar kebutuhan harian — tapi apa isinya, tak ada yang benar-benar tahu.

Dan di Tharn Veil, sebagian hal memang lebih baik tetap jadi tanda tanya.