Setiap pagi, saat Jared membuka pintu koperasi, bunga sage itu melambai pelan, seolah menyapa, memberi rasa hangat di tengah udara dingin yang turun dari Forbidden Forest.

Bagi Jared, bunga sage itu lebih dari sekadar tumbuhan yang tumbuh di depan koperasi. Itu adalah warisan dari orangtuanya, Ompung dan Boru. Ada rasa sepi yang datang — sepi yang mengingatkan dia bahwa orangtuanya sudah tiada, dan dia satu-satunya yang bisa melanjutkan apa yang mereka mulai.

Kadang, saat kabut turun dengan tebalnya dan hanya ada suara angin yang berdesir, Jared bisa mendengar bisikan halus, seolah suara Ompung dan Boru masih ikut mengawasi. Mungkin itu cuma perasaan, tapi setiap kali ia berdiri di depan koperasi, di antara bunga sage yang melambai lembut, dia merasa mereka masih ada. Masih menjaga.

Di luar koperasi, di sekitar Haven Mercantile, ada bisikan yang tak pernah hilang. Mereka yang mendengar mitos bahwa banyak barang-barang aneh yang disimpan di sana — barang yang tak pernah dilihat oleh sembarang orang, dan mereka yang bertanya akan selalu mendapat jawaban samar dari Jared, dengan senyum tipis yang membuat perasaan semakin tinggi dan tak terjawab.

"Kalau kau ingin tahu lebih banyak," katanya, "kau harus cukup berani untuk mencarinya."

Bukan hanya itu, dibalik rak-rak kayu yang dipenuhi barang kebutuhan sehari-hari, ada satu hal yang lebih berharga daripada semuanya. Euphie.

Euphie bukan barang sembarangan. Ia adalah jantung kehidupan warga Tharn Veil. Setiap malam, setelah menutup koperasi, Jared akan pergi ke ruang belakang Haven Mercantile, tempat Euphie disimpan dengan hati-hati. Di sana, di atas meja kayu tua yang sudah usang, Euphie terletak dalam sebuah kotak kaca, dikelilingi lilin-lilin yang menyala redup. Tidak ada yang berani menyentuhnya kecuali Jared. Dia yang memastikan Euphie milik penduduk terhitung dan disimpan dengan baik.